Boy Riza Utama Menulis puisi, dan, sesekali, esai serta artikel, yang dimuat di sejumlah media massa—lokal dan nasional.

Perempuan Itu… (1)

30 sec read

Perempuan itu aktif, tapi mereka menyembunyikannya. Laki-laki kemudian berupaya menemukan letak ke-aktif-an itu dengan memberinya cinta.

Perempuan itu responsif, tapi mereka tak menampakkannya. Laki-laki, yang telah memberi cinta tadi, kemudian (seolah) tak sengaja menyingkapnya. Dalam situasi terdesak, mereka akhirnya menyebut sikap responsif perempuan sebagai sikap posesif.

Perempuan tidak materialistis, tapi hanya sedikit gemar berbelanja. Di zaman lampau, lelaki adalah kaum pemburu; sedang kaum perempuan yang mengumpulkan hasil buruan tersebut. Jika buruan itu di zaman ini adalah uang, maka wajar jika perempuan yang mengumpulkannya, atau katakanlah, bertanggung jawab atas itu. Lalu mereka berbelanja. Sebab lelaki tak lagi pulang dengan daging atau hasil buruan–tapi uang.

Perempuan itu bukan “yang melengkapi”, tapi mereka juga bukan “yang dilengkapi”. Tuhan tidak mencuri, tapi mengambil rusuk Adam secara artifisial. Ini perumpamaan, ini permisalan. Kehadiran Hawa akhirnya bukan untuk “menggenapi yang hilang”, tapi hadir untuk “menyempurnakan sesuatu yang-”.

Perempuan itu…[]

Avatar
Boy Riza Utama Menulis puisi, dan, sesekali, esai serta artikel, yang dimuat di sejumlah media massa—lokal dan nasional.

Pagi

Avatar Boy Riza Utama
56 sec read

Khawatir

Avatar Boy Riza Utama
2 min read

Perempuan Itu … (2)

Avatar Boy Riza Utama
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *