Esai

Muslim Indonesia: Menjadi Jarum di Tumpukan Jerami

Menjelang Lebaran atau Idulfitri, ada dua suasana yang tersaji—dan keduanya baik: seorang bapak beriktikaf di masjid dan menangis sesenggukan, sementara seorang bapak lain menahan...
Avatar Boy Riza Utama
6 min read

Puisi: Histeria dalam Sukacita Ilusi

“Sejarah tidak ditulis untuk mereka yang kalah dan gampang menyerah…” Itulah kesan pertama yang hadir dalam benak saya ketika membaca buku puisi May Moon...
Avatar Boy Riza Utama
5 min read

Peristiwa Puisi: Ketika Sepi Disiasati

Membaca sebuah puisi, berarti menemukan banyak tanda. Adakalanya ia begitu lugas memaparkan ke arah mana dan kenapa dan mengapa, sampai kepada sejumlah pertanyaan untuk...
Avatar Boy Riza Utama
4 min read

Angkatan Muda di “Rahim Bahasa”

Tradisi literasi yang begitu kuat di Riau, tidak terlepas dari fungsi sentral negeri ini sebagai rahim dari kelahiran bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Bukan tidak...
Avatar Boy Riza Utama
5 min read

Malam Puisi Pekanbaru: Sebuah Refleksi

Napas panjang dunia kepenulisan Indonesia, terutama puisi, tak bisa dilepaskan dari kehadiran para pengarang muda. Baik pemula maupun yang tarafnya boleh disebut nyaris purna...
Avatar Boy Riza Utama
5 min read

Kolonialisme dan Imperialisme, Tanpa Epilog dalam Pementasan “Wak Zam”

Wacana kolonialisme dan imperialisme, dalam konteks perdebatan antara pro dan kontra, menurut Arundathi Roy, seperti mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan. Ia bersifat destruktif di...
Avatar Boy Riza Utama
5 min read